Perubahan Iklim Global

Bahasan mengenai materi Ilmu Lingkungan. Perubahan jangka panjang yang nyata pada rataan cuaca pada suatu wilayah.

Konservasi Tanah dan Air dan Pengelolaan DAS

Materi Mengenai Konservasi Tanah dan Air dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Friday, 19 July 2013

PERSEBARAN PATOGEN



( Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum )



I  PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Penyakit tumbuhan adalah suatu proses fisiologi tumbuhan yang abnormal dan merugikan yang disebabkan oleh faktor biotik dan abiotik dan gangguannya bersifat terus menerus serta akibatnya dinyatakan oleh aktivitas sel/ jaringan yang abnormal. Secara biologis tumbuhan dikatakan sakit bila tidak mampu melakukan kegiatan fisiologis secara normal, yang meliputi respirasi, fotosintesis, penyerapan gizi yang diperlukan dan lain-lain. Selain itu tanaman sakit juga tidak dapat menunjukkan kapasitas genetiknya, seperti berdaya hasil tinggi, morfologi yang normal dan lain-lain. (Agrios, 1997).

Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.
Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Untuk membasmi hama dan penyakit, sering kali manusia menggunakan oat – obatan anti hama. Pestisida yang digunakan untuk membasmi serangga disebut insektisida. Adapun pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur disebut fungsida (Semangun,1996).

Agar timbul penyakit, patogen harus berhubungan dengan jaringn tumbuhan yang hidup dan berkembang di dalamnya. Dapat berkembangnya suatu patogen sebagian ditentukan oleh banyaknya inokulum yang dibentuk, pembebasan inokulum dari tubuh buah atau substrat, ketahanan unokulum terhadap keadaan yang tidak baik, luas dan lamanya penyebaran, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkecambahan inokulum dan infeksi (Anonim, 2010).


1.2  Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk mengetahui kemampuan persebaran patogen (jamur atau spora jamur) melalui media angin.






II  PROSEDUR PERCOBAAN




2.1  Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah kipas angin, preparat, gelas objek, mikroskop, larutan gula dan jamur Trichoderma sp.



2.2  Cara Kerja

Adapun langkah-langkah dalam melakukan praktikum ini yaitu :
1.      Bersihkan preparat dengan menggunakan air keran/aquades.
2.      Kemudian preparat ditetesi dengan larutan gula.
3.      Preparat diletakkan dengan beberapa jarak yaitu 1 m, 2 m, 3 m.
4.      Ambil kipas angin dan letakkan menghadap ke arah barisan preparat  tersebut.
5.      Ambil cawan yang berisi jamur Trichoderma sp. dan dipegang tepat di depan kipas angin, kemudian kipas angin dihidupkan dengan putaran sedang, masing-masing  jarak selama 1 menit.
6.      Hentikan kipas angin dan amati spora-spora yang jatuh dan tertangkap pada preparat
7.      Mengamati persebaran patogen yang didapat dibawah mikroskop.







III  HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


Tabel 1. Data percobaan persebaran patogen menggunakan angin.

Kelompok
Jarak Persebaran
1 m
2 m
3 m
1
+
+
-
2
+
+
+
3
+
+
+
4
+
+
+
5
+
+
+
6
+
+
_
7
+
+
+
8
+
+
+

Keterangan :    Tanda (+) menunjukkan ada hifa jamur yang menempel
Tanda (-) menunjukkan tidak ada hifa jamur yang menempel



3.2  Pembahasan

Persebaran patogen merupakan suatu proses kemampuan suatu patogen tumbuhan untuk mendapatkan tanaman inang yang baru. Berdasarkan cara penyebarannya, persebaran suatu patogen tumbuhan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
  1. Persebaran Aktif, yaitu persebaran yang dilakukan suatu patogen tanpa memerlukan media lain untuk membantu peersebarannya melainkan dapat menggunakan bagian tubuh petogen itu sendiri, seperti spora pada jamur.
  2. Persebaran Pasif, yaitu persebaran yang dilakukan suatu patogen yang memerlukan media untuk membantu persebaran patogen seperti air, tanah, angin, bibit tanaman, alat-alat pertanian, dan serangga. (Sektiono, 2009)

Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran patogen, yaitu :
1.      Angin, banyak jamur parasit yang penybarannya terutama dilakukan oleh angin, karena jamur membentuk jamur dan membebaskan spora ke udara dalam jumlah yang tak terhitung, mempunyai ukuran yang kecil dan ringan sekali, sehingga mudah diangkut oleh angin dalam jarak yang relatif jauh.
2.      Tanah, angin membawa spora ke tempat yang jauh, namun sesekali spora tersebut turun dan mengendap di tanah, sehingga sangat berpotensi untuk menjadi agen penybaran patogen.
3.      Air, air mempunyai arti yang kurng penting dalam penyebaran patogen jika dibandingkan dengan angin, karena penybaran melalui air ini hanya bersifat lokal.
4.      Manusia, manusia merupakan agen penyebaran patogen yang paling berpengaruh, karena manusia dapat membawa patogen hingga lintas benua dan samudra. Jika manusia membawa tanamannya ke tempat lain, maka bersama itu pula terangkut hama dan penyakit tumbuhan.
5.      Bibit tanaman, bibit tanaman akan menjadi agen penyebarn penyakit apabila tanaman yang dijadikan bibit telah terserang partogen terlebih dahulu, sehingga ptogen akan melanjutkan daur hidupnya pada tanaman bibit tersebut.
6.      Alat pertanian, jika penggunaan alat pertanian sebelumnya dilakukan pada tanaman yang sakit, maka patogen akan terbawa beserta alat pertanian tersebut.
7.      Serangga, serangga tidak hanya menjadi agen penybaran patogen, tetapi juga dapat menjadi tempat habitat pathogen (Sektiono, 2009)

Pada praktikum ini, penyebaran patogen dilakukan dengan menggunakan agensia angin. Hal ini dilakukan karena angin memiliki peranan yang sngat penting unuk menyebarkan patogen pada suatu wilayah yang sangat luas. Bahkan angin yang sangat lemah sekalipun mampu mengangkatspora dan membawanya ke daerah sekitarnya. Dalam udara yang tenang spora akan turun dengan kecepatan 20 mm/detik, tergantung dari besarnya spora. Pada udara yang lembab, kecpatn jatuh spora menjadi 2 kali lipat dari udara tenang, karena spora dapat mengendap di udara yang lembab, sedangkan udara yang lembab ini akan sangat membantu infeksi yang dilakukan oleh spora pda tanaman inang yang baru.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, percoaan yang dilakukan oleh kelompok 1 dan 6 pada jarak 3 meter  tidak menunjukan adanya hifa jamur yang menempel pada kaca preparat.. Percobaan yang dilakukan oleh kelompok 1-8 pada jarak 1meter dan 2 meter menunjukkan adanya hifa yang menempel pada semua kaca preparat.




IV  KESIMPULAN


Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Persebaran patogen merupakan suatu proses kemampuan suatu patogen tumbuhan untuk mendapatkan tanaman inang yang baru.
2.      Berdasarkan cara penyebarannya, persebaran suatu patogen tumbuhan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu aktif dan pasif.
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran patogen yaitu angin, tanah, air, manusia, bibit tanaman, alat-alat pertanian dan serangga.
4.      Percobaan ini menggunakan agensia angin karena angin sangat mudah dan cepat untuk menyebarkan spora pada suatu wilayah yang luas.
5.      Data yang diperoleh hanya kelompok 1 dn 6 pada jarak 3 meter  tidak menunjukkan adanya hifa yang menempel pada kaca preparat.







DAFTAR PUSTAKA



Agrios, N George. 1997. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Anonim. 2010. Fitopatologi http://id.wikipedia.org/wiki/Fitopatologi diakses pada tanggal 10 oktober 2010, pukul 18.25 wib

Sektiono. 2009. Cara patogen menyerang tumbuhan inang.http://sektiono.blogspot.com/2009/11/cara-patogen-menyerang-tumbuhan-inang.html. diakses pada tanggal 28 Maret 2009

Semangun, Haryono. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...