PENDUGAAN INTENSITAS PENYAKIT TUMBUHAN

Written By Unknown on 16/07/2013 | 2:53 pm



( Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum )




PENDAHULUAN




A. Latar Belakang


Penyakit tumbuhan adalah suatu proses fisiologi tumbuhan yang abnormal dan merugikan yang disebabkan oleh faktor biotik dan abiotik dan gangguannya bersifat terus menerus serta akibatnya dinyatakan oleh aktivitas sel/ jaringan yang abnormal. Secara biologis tumbuhan dikatakan sakit bila tidak mampu melakukan kegiatan fisiologis secara normal, yang meliputi respirasi, fotosintesis, penyerapan gizi yang diperlukan dan lain-lain. Selain itu tanaman sakit juga tidak dapat menunjukkan kapasitas genetiknya, seperti berdaya hasil tinggi, morfologi yang normal dan lain-lain (Hamdayanti. 2010)

Besarnya penyakit sering dikemukakan dengan istilah serangan ringan, sedang, berat, atau sangat berat. Ungkapan yang demikian masih bersifat kualitatif, tidak memiliki makna ilmiah. Pernyataan demikian sangat bersifat subyektif. Dalam arti bahwa data kualitatif demikian tidak dapat dibandingkan antara ahli yang satu dengan ahli yang lain dan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain. Data yang bersfat kuantitati tentang intensitas penyakit sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan, terutama untuk kepentingan pengelolaan/pengendalian penyakit tanaman (Agrios, 1997)

Besarnya atau intensitas penyakit tanaman menurut James dapat dinyatakan dalam istilah keterjadian penyakit dan keparahan penyakit. Intensitas penyakit dinyatakan dengan keterjadian penyakit apabila penyakitnya bersifat sistemik atau adanya serangan patogen cepat atau lambat akan menyebabkan kematian atau tidak berproduksi misalnya penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit-penyakit yang gejala dan akibatnya bervariasi, maka intensitas penyakit dinyatakan dengan keparahan penyakit. Pengukuran keparahan penyakit biasanya dilakukan pada penyakit bercak dan karat pada daun (Prasetyo, 2005)

Keterjadian Penyakit (KP) merupakan persentase jumlah tanaman yang terserang patogen (n) dari total tanaman yang diamati (N), seperti dinyatakan dalam rumus berikut:

       n
KP       =  ——  x 100%
       N

Keparahan penyakit (KeP) didefinisikan sebagai persentase luasnya jaringan tanaman yang terserang patogen dari total luasan yang diamati, seperti dinyatakan dalam rumus berikut:

      S n x v
KeP     =  ————  x 100%
       Z x N

Dimana KeP adalah keparahan penyakit; n adalah jumlah jaringan terserang pada setiap kategori (skor); v adalah kategori (skor) serangan; Z adalah kategori serangan tertinggi; dan N adalah total dari jumlah jaringan yang diamati



B. Tujuan


Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah :
1.      Menduga intensitas penyakit tanaman pada skala laboratorium.
2.      Mengetahui perbedaan keterjadian dan keparahan penyakit tanaman.






II  PROSEDUR PERCOBAAN




A. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah daun alpukat, kalkulator dan alat tulis.



B. Cara Kerja


Adapun langkah-langkah dalam melakukan praktikum ini yaitu :
  1. Diambil daun alpukat secara acak sebanyak 50 lembar.
  2. Dipisahkan daun alpukat menjadi daun sehat dan daun sakit untuk mengetahui keterjadian penyakit tumbuhan.
  3. Dihitung keterjadian penyakit menggunakan rumus.
  4. Dinilai daun yang terinfeksi penyakit berdasarkan skor yang digunakan sesuai dengan kriteria.
  5. Dihitung keparahan penyaki menggunakan rumus.










III  HASIL DAN PEMBAHASAN




A. Hasil Pengamatan


Tabel 1. Data pengamatan keterjadian penyakit bercak daun alpukat.
Keadaan Daun
Jumlah
KP (%)
Daun yang terinfeksi
27
54
Daun yang tidak terinfeksi
23
Total daun yang diamati
50

Tabel 2. Data pengamatan keparahan penyakit bercak daun alpukat.
Skor
Σ Daun (n)
N x V
Z x N
KeP (%)
0
23
0
200
14
1
26
26
2
1
2
3
0
0
4
0
0

Tabel 3. Data skor untuk pengamatan keterjadian penyakit bercak daun alpukat.
No
Perlakuan
Terinfeksi
Tidak terinfeksi
Σ Sampel
KP (%)
1
Kelompok 1
34
16
50
68
2
Kelompok 2
37
13
50
74
3
Kelompok 3
43
7
50
86
4
Kelompok 4
27
23
50
54
5
Kelompok 5
42
8
50
84
6
Kelompok 6
31
19
50
62
7





8
Kelompok 8
28
22
50
56

Tabel 4. Data skor untuk pengamatan keparahan penyakit bercak daun alpukat.
No
Perlakuan
Skor
Σ Sampel
Kep (%)
0
1
2
3
4
1
Kelompok 1
16
11
12
11
0
50
34
2
Kelompok 2
13
20
11
6
0
50
30
3
Kelompok 3
7
13
14
15
1
50
45
4
Kelompok 4
23
26
1
0
0
50
14
5
Kelompok 5
8
12
5
7
18
50
57,5
6
Kelompok 6
18
17
8
3
4
50
29
    7
Kelompom 7
21
23
6
0
0
50
17,5
    8
Kelompok 8
22
20
8
0
0
50
18




B. Pembahasan


Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh kelompok 4 diperoleh bahwa tingkat keterjadian penyakit bercak daun alpukat adalah sebesar 54 %, sedangkan tingkat keparahan penyakit bercak daun alpukat adalah sebesar 14 %. Besar kecilnya keparahan penyakit ini sangat dipengaruhi oleh skala penyakit tanaman. Semakin parah penyakit pada tanaman maka skala penyakit akan semakin tinggi.
Sedangkan pada masing-masing kelompok 1 didapatkan persentase KP yang cukup memedai yaitu 68%, kelompok 2 74%, kelompok 3 86%, kelomok 4 54%, kelompok 5 84%, kelompok 6 62%, dan kelompok 8 56%. Nilai KP terbesar didapatkan oleh kelompok 3 sebesar 84%, dan nilai KP terkecil didapatkan oleh kelompok 4 sebesar 54%.

Sedangkan KEP yang didapat mulai dari kelompok satu hingga kelompok delapan adalah sebagai berikut: 34%,  30%, 45%, 14%, 57,5%, 29%, 17,5%, 18%.
Dari data yang telah didapatkan, terlihat bahwa nilai KEP terbesar didapatkan oleh kel;ompo 5 yaitu dengan nilai 57,5%. Sedangkan untuk nilai KEP terrendah didapatkan oleh kelompok 4 yaitu sebesar 14%.  

Gejala penyakit yang menentukan kejadian dan keparahan penyakit yang diamati sangat mempengaruhi kehilangan hasil yang akan diperoleh oleh petani. Kejadian penyakit dan keparahan penyakit yang besar akan berkorelasi dengan kehilangan hasil yang besar pula. Demikian pula sebaliknya, kejadian penyakit dan keparahan penyakit yang kecil akan berkorelasi dengan kehilangan hasil yang kecil. Untuk itu, ketika kejadian penyakit dan keparahan penyakit yang teramati di lapang cukup besar maka perlu adanya tindakan pengendalian dan pencegahan agar kehilangan hasil yang nantinya akan terjadi tidak telalu besar sehingga tidak telalu merugikan petani (Sektiono. 2009)

Besarnya penyakit sering dikemukakan dengan istilah serangan ringan, sedang, berat, atau sangat berat. Ungkapan yang demikian masih bersifat kualitatif, tidak memiliki makna ilmia. Pernyataan demikian sangat bersifat subyektif. Dalam arti bahwa data kualitatif demikian tidak dapat dibandingkan antara ahli yang satu dengan yang lain dan daerah yang satu dengan yang lain. Data yang bersifat kuantitatif tentang intensitas penyakit sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan, terutama untuk kepentingan pengolahan atau pengendalian penyakit tanaman. Besarnya intensitas penyakit tanaman menurut James (1974 dalam Zadoks dan Schein, 1979) dapat dinyatakan dalam istilah keterjadian penyakit dan keparahan penyakit.

Keterjadian penyakit (KP) merupakan persentase jumlah tanaman yang terserang patogen (n) dari total tanaman yang diamati (N). intensitas penyakit dihitung dengan rumus keparahan penyakit apabila penyakitnya bersifat sistmik atau adanya serangan patogen cepat atau lambat akan menyebabkan kematian atau tidak berproduksi. Pada penyakit-penyakit yang tidak demikian, artinya bahwa intensitas penyakit yang terjadi dan akibatnya bervariasi, tanaman tidak menglami kematian, maka intensitas penyakitnya dinyatakan dalam istilah keparahan penyakit, yaitu persentase luasnya jaringan tanaman yang terserang patogen dari total luasan yang diamati (Haryono. 1996)

Keparahan penyakit dapat dijelaskan dengan cara membagi kisaran dari tak ada gejala penyakit sampai penuh gejala penyakit ke dalam skor-skor atau kategori-kategori. Hal ini ditujukan supaya dalam proses pengamatan intensitas penyakit berdasarkan tingkat keparahannya lebih mudah serta akurat menentukan tingkat keparahan suatu penyakit. Jaringan diamati dengan cara mencocokan termasuk kategori atau skor yang mana. Proses pencocokan tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Jika jumlah skor terlalu sedikit, maka kunci tersebut tidak memiliki kemampuan diskriminatif; sebaliknya kalau jumlah skor terlalu besar maka diperlukan banyak waktu untuk menentukan suatu jaringan masuk skor yang mana. Oleh karena itu biasanya jumlah skor tidak lebih dari 10.









IV  KESIMPULAN




Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
  1. Tingkat keterjadian penyakit bercak daun alpukat pada pengamatan kelompok 4 adalah 54%.
  2. Tingkat keparahan penyakit bercak daun alpukat pada pengamatan kelompok 4 adalah 14%.
  3. Besarnya intensitas penyakit tanaman dinyatakan dalam istilah keterjadian penyakit dan keparahan penyakit.
  4. Keterjadian penyakit (KP) merupakan persentase jumlah tanaman yang terserang patogen (n) dari total tanaman yang diamati (N).
  5. Keparahan penyakit (KeP) merupakan persentase luasnya jaringan tanaman yang terserang patogen dari total luasan yang diamati.
  6. Pemberian skor pada pengmamatan keparahan penyakit bertujuan supaya dalam proses pengamatan intensitas penyakit lebih mudah serta akurat menentukan tingkat keparahan suatu penyakit.















DAFTAR PUSTAKA











Agrios, N George. 1997. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.



Hamdayanti. 2010. Kejadian Penyakit dan Keparahan Penyakit pada Beberapa Komoditan Tanaman di Leuwikopo. http://hamdayanty08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/kejadian-penyakit-dan-keparahan-penyakit-pada-beberapa-komoditan-tanaman-di-leuwikopo/ diakses pada tanggal 18 November 2010, pukul 08.28 wib.



Prasetyo, Joko, et al. 2005. Penuntun Praktikum Epidemologi dan Pengendalian Penyakit Tumbuhan. Jurusan Proteksi Tanaman – FP, Unila. Bandar Lampung.



Sektiono. 2009. Cara patogen menyerang tumbuhan inang.             http://sektiono.blogspot.com/2009/11/cara-patogen-menyerang-tumbuhan-          inang.html.      diakses pada tanggal 28 Maret 2009



Semangun, Haryono. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.







 







































LAMPIRAN
















PERHITUNGAN







1.      Mencari Nilai keterjadian Penyakit (Kp)





Kp =   x 100%



          =  x 100%



          = 54 %





2.      Menghitung Nilai Keparahan Penyakit





Kep =  x 100 %



          =  x 100 %





          =  x 100%



          =  x 100 %



          = 14 %

Ditulis Oleh : Unknown ~Balconystair

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul PENDUGAAN INTENSITAS PENYAKIT TUMBUHAN yang ditulis oleh Balconystair Jika Anda menyukai artikel ini, silakan klik like atau tombol g+, Anda diperbolehkan mengcopy paste artikel ini dengan catatan mencantumkan sumbernya. Terima Kasih dan sering-sering mampir, ya.. :) Salam Blogger!!

Blog, Updated at: 2:53 pm

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas kujungan anda. Komentar anda akan sangat bermanfaat untuk kemajuan blog ini.


Popular Posts

Balconystair. Powered by Blogger.